Selamat Datang Di Makassar

Ke Makassar

Senin, 7 November 2016 pagi – pagi sekitar pukul 3 pagi aku bersiap menuju bandara untuk terbang ke Makassar. Diantar bapak sama ibu dan dari Klaten perjalanan dilanjutkan bersama pak bos (sebut saja beliau pak we) menuju bandara Adi Soemarmo.

Sampai di bandara sekitar pukul 5 pagi dan terlihat antrian cukup panjang dikarenakan pada waktu itu salah satu maskapai di Indonesia membuka penerbangan baru yang memberangkatkan 5 pesawatnya dalam waktu yang hampir bersamaan. Saat tiba di bandara, saat itulah semua hal baru aku mulai.

1. Naik Pesawat Untuk Pertama Kali

dsc_0001-01

Ya, hari itu merupakan hari dimana aku pertama kali naik pesawat yang biasanya aku hanya bisa lihat selama 22 tahun lahir di dunia. Untungnya disitu aku ditemani sama pak we dan dikasih tau tentang seluk beluk menjadi penumpang pesawat. Saat pemeriksaan pertama aku sudah diminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang. Langsung menuju check in sekalian memasukan barang ke bagasi dan naik ke ruang tunggu.

Hal yang sudah membuat lega adalah ketika sudah masuk ke ruang tunggu karena dari masuk pemeriksaan awal sampai dengan pemeriksaan akhir yang aku takutkan adalah ketika ada barang bawaan yang tidak boleh dibawa masuk (hehe)

2. Welcome To Makassar

dsc_0026-01

Hal pertama kali aku katakan ketika landing adalah “Asik juga ya pak naik pesawat” (haha). Saat itu pula ingin rasanya ingin untuk naik pesawat lagi. Ada hal yang membuat aku terharu sekaligus bertanya – tanya mengenai alasan kenapa aku sampai di Makassar. Hal itu tak lain adalah aku merasa semua hal yang aku lihat seperti tidak asing lagi dan aku sudah pernah merasakan sebelumnya.

Sesampainya pesawat sampai di tempat parkir kami tidak bisa langsung turun dikarenakan masih harus menunggu bis yang menjemput kami dari pesawat ke terminal bandara yang jaraknya cukup jauh. Saat naik bus, ada hal yang ganjil yang aku lihat yaitu ada seorang perempuan muda yang seumuran denganku yang terus melihat kearahku seakan kita juga pernah bertemu sebelumnya. Sayangnya belum sempat kenalan dia sudah pergi duluan.

3. Makan Di Warung Pallubasa dan Mie Titi 

Sesampainya di bandara kami dijemput seorang temen asli orang Makassar yang juga anak buahnya Pak We langsung menuju salah satu tempat makan yang katanya Pak We merupakan hal yang wajib dimakan ketika singgah di Makassar. Palbas Serigala nama warungnya, sekilas warung ini menyediakan daging serigala, tapi ternyata bukan. Warung ini menyediakan masakan – masakan daging lokal dari Makassar. Malamnya dilanjut makan di Mie Titi yang dekat dengan pelabuhan yang sekilas warungnya kumuh ternyata menyimpan rahasia resep yang membuat banyak orang rela mengantri berjam – jam hanya untuk merasakannya.

4. Singgah Di Pantai Losari

Makassar punyai pantai yang sangat terkenal yang kalau kata orang sih belum ke Makassar kalau belum ke pantai ini. Pantai Losari orang – orang menyebutnya. Ntah kebetulan atau tidak saya hari pertama di Makassar langsung bisa berjumpa dengan pantai ini. Hal itu terjadi sesaat setelah makan Mie Titi di sebrang pelabuhan yang tidak jauh dari pantai Losari. Thanks to Allah.

5. Jalan Urip Sumoharjo

Hal yang masih menjadi pertanyaan dan belum tau mengenai sejarahnya adalah salah satu jalan uatma di kota Makassar yang dinamai dengan Jalan Urip Soemoharjo. Apakah ada hubungan antara Makassar dengan tanah Jawa ? bagaimana dengan hal – hal yang tidak asing yang aku lihat ? semoga semua tujuannya adalah kebaikan.

DCIM106MEDIA
DCIM106MEDIA

Salah satu pengalaman penerbangan pertama yang berujung dengan cerita indah dan misterius di persinggahan pertama di pulau Sulawesi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top